“ Selamat yah Emi, kau memang yeoja yang pintar.”
“ Ne ne gamsahammida, kau juga namja yang cerdas Minho.”
“ Anieyo, oh iya setelah kau LULUS kau akan bekerja di mana?”
“ Ne aku akan bekerja di stasiun tv SBS, kau sendiri akan bekerja dimana?”
“ Wah ternyata kita sejodoh lagi yah! Akupun akan bekerja disana.”
“ Wah sejodoh? Mungkin kah itu? Haha.”
“ Mungkin saja, bagaimana dengan kedua orang tuamu di Indonesia? Apakah kau tidak pulang menjenguk mereka dahulu?”
“ Ne mungkin aku akan pulang terlebih dahulu, dan dua minggu kemudian aku akan langsung bekerja di SBS.”
Lee Eun Mi yang biasa di panggil Emi oleh teman-teman adalah siswa yang merantau ke negeri Gingseng, dari Negara asalnya Indonesia. Selama di Korsel Emi kuliah di Universitas Korea jurusan College of Information and Communications. Bisa dikatakan Choi Minho adalah teman terdekat Emi selama kuliah di universitas tersebut. Hubungan mereka cukup dekat tapi tak ada yang special dari hubungan mereka selain persahabatannya.
[ 09.00, Studio SBS Star King, Seoul ]
“ Annyeong naneun Lee Eun Mi imnida, panggil saja Emi. Aku adalah pegawai baru di program Star King ini, salam kenal semuanya, dan saya mohon kerja samanya.” Sambil menundukkan kepalanya tanda memberi hormat pada semua crew.
“ Baiklah, kita berusaha bersama-sama yah. Aja-aja fighting Emi-sshi!” ucap seorang namja dari balik pintu sambil menghampiri Emi.
“ Wah ternyata kau Minho, apakah kau bekerja di program ini juga?”
“ Yah begitulah, kita benar-benar sejodoh yah Emi, hehe”
“ Wah kau ini ada-ada saja sunbae. Senang dapat bekerja sama dengan kalian, demikian perkenalan saya, dan terima kasih atas perhatiannya. Kita kembali bekerja, fighting!”
“ Ne’ kita berjuang bersama-sama demi menaikkan rating acara ini.” Ucap salah seorang crew.
[ Koridor SBS, Waktu makan siang ]
“ Kenapa kau panggil aku seperti itu? Sunbae, apakah pantas aku di panggil senior oleh mu, mengingat usia kita sama.” Ungkap Minho pada Emi sambil berjalan menuju kantin.
“ Hmm, aku panggil kau sunbae karena kau terlebih dahulu bekerja disini dibandingkan dengan ku. Hehe, bagaimana sunbae? Apakah kau keberatan?”
“ Wah jangan seperti itu, kau lebih pintar di bandingkan dengan ku. Jadi seharusnya kau yang ku panggil sunbae.”
“ Kenapa jadi aku yang di panggil sunbae? Seharusnya kan kau yang ku panggil sunbae.”
“ Aku tidak mau di panggil sunbae oleh mu, sepertinya kau senang sekali meledek ku?”
“ Ah kau ini, kenapa kau ambil serius ucapan ku tadi.”
“ Hah aku kira kau benar-benar serius akan memanggil ku senior seumur hidup. Apakah aku terlihat tua sehingga aku pantas di panggil sunbae oleh mu”
“ Tapi sepertinya kau memang pantas di bilang tua, karena wajahmu terlihat sangat stress.”
“ Bekerja di stasiun tv tak semudah yang ku bayangkan sebelumnya, dan badan ku jadi korban atas kesibukan ku ini.”
“ Yah begitulah dunia kerja, tidak mudah di tebak. Hmm, karena ini hari pertama ku bekerja disini, bagaimana kalau aku teraktir sunbae makan siang?” Sambil melirik Minho dengan tatapan nakalnya.
“ Sudah lah kenapa kau senang sekali meledek ku Emi?”
“ Hahaha, aku hanya sedang ingin bercanda denganmu Minho. Tapi aku serius akan mentraktir mu makan siang, tapi sebagai gantinya kau harus mengajak ku berkeliling ke seluruh gedung yang ada di SBS tower ini? Bagaimana, setuju?”
“ Ne’ baiklah aku akan berbaik hati padamu. Tapi jangan panggil aku sunbae lagi yah!”
“ Ne’ hyung, aku paham. Hahah”
“ Aishh, kau ini.”
“ Aku bercanda Mihno-ssi. Baiklah aku mau makan sushi. Kau mau pesan apa Minho?” Mereka berdua duduk di samping jendela yang langsung menghadap kearah jalan raya yang penuh sesak dengan alunan kaki orang-orang yang berlalu lalang.
“ Hmm, aku mau makan bulgogi saja.” Minho-pun memanggil pelayan dan memesan pesanan mereka berdua.
__ Pesanan datang, dan mereka langsung melahap makan siang mereka __
“ Wah enak sekali sushi ini, aku belum pernah memakan sushi seenak ini.”
“ Benarkah? Mana sini, aku mau coba.” Minho mengambil sushi salmon dari piring Emi.
“ Aaah, kau ini minho. Itu sushi favorite ku tau, kenapa kau ambil yang itu.” Emi berbicara pada Minho dengan wajah masam.
“ Hahaha, lucu sekali ekspresimu itu. Pertahankan ekspresi itu.”
“ Aahh kau ini, dari dulu senang sekali membuatku kesal.”
“ Maafkan aku, aku rindu sekali melihat ekspresi kesal mu itu.”
“ Keuade? Baiklah aku maafkan. Hmm tapi aku penasaran, apa yang sedang terjadi di keramaian itu? Kenapa orang-orang berbondong-bondong ingin masuk ke gedung ini?”
“ Haha, itu para ELF (Ever Lasting Friends). Mereka ingin bertemu idola mereka yaitu Super Junior.”
“ Super Junior? Siapa mereka?”
“ Aduuh, kau ini. Bukan kah kau bekerja di bidang entertainment, kenapa Super Junior saja kau tiduk tahu?” Minho menjawab dengan nada sedikit menyindir.
“ Yah aku kan sibuk di perpustakaan kampus setiap harinya, jadi tak sempat update tentang para entertaimet.” Emi membela diri, sambil melahap satu potong sushi di piringnya.
“ Hmm, aku tau kau ini kutu buku dan kurang pergaulan. Makannya, kau harus sering-sering bergaul denganku agar tetap tidak ketinggalan zaman.” Minho meledek Emi lagi.
“ Keudae-keudae, aku memang ketinggalan zaman tentang semua perkembangan entertaiment. Makannya kau harus menjadi gaet ku.”
“ Oke setuju, asal kau mentraktirku makan siang setiap harinya.”
“ Apaaa? Bisa bangkrut aku dibuat olehmu.”
“ Hahaha, deal or no deal?”
“ Ottokke, deal.”
[ Star King Studio, SBS ]
“ Oke, stage siap, audiens sudah siap, bagaimana dengan bintang tamunya?” Emi mengecek semua keaadaan sebelum on air.
“ Super Junior baru selesai mengganti wadrobe-nya.” Ucap penata artistik dari HT.
“ Keudae, 15 menit lagi kita take.”
“ Audiens silent please, kamera stand by, crew stand by, talent stand by, five-four-three-two, action.” Emi sebagai FD (asisten sutradara) memberikan aba-aba pada semua crew, audiens, dan juga talent.
. . .
“ Baiklah satu segment lagi acara kita selesai on air.” Emi mengingatkan pada seluruh crew.
. . .
“ Hmm siapa yeoja itu? Sepertinya aku baru melihat dia di acara ini.” Tueky bertanya pada Kang Hodong.
“ Oh dia itu FD baru di acara ini sekaligus pegawai baru di stasiun tv ini, lulusan dari Universitas Korea sekitar 3 minggu yang lalu kalau tidak salah. Hmm, dia terlihat ramah dan pintar sekali.” Kang Hodong hyung menjelaskan.
“ Wah sepertinya Kang Hodong hyung sangat mengenalnya.”
“ Kau salah, aku juga baru tau kalau dia FD baru acara ini. Tapi dari tadi ia tidak berhenti tersenyum pada crew, audiens, dan talent-talent lain untuk memuji kerja keras kita dan partisipasi audiens.”
“ Sepertinya kau benar, dia orang yang sangat ramah jika mendengar ceritamu.” Teuky setuju akan pendapat Kang Hodong hyung.
“ Tak dapat diingkari, senyumnya manis dan sangat bersahabat. Sepertinya aku tak asing dengan senyum itu.” Kyuhyun angkat bicara.
“ Wae’ kau mengenalnya, dimana, kapan?” Donghae penasaran.
“ Wae’ kenapa kau ini hyung, bertanya seperti itu padaku?”
“ Anieyo’ aku hanya penasaran padanya.”
“ Oh, begitu. Aku hanya merasa tak asing dengan senyuman itu.” Kyuhyun menerawang.
. . .
“ Baiklah 1 menit lagi kita akan mulai on air di segment terakhir ini, terima kasih atas kerjasama kalian.” Emi berbicara pada seluruh bintang tamu yang sedang berada di atas stage.
“ Annyeong senang bertemu kalian Super Junior, perkenalkan naneun Lee Eun Mi imnida panggil saja Emi jika kalian mau. Kita akan on air 1 menit lagi, hendaknya kalian bersiap-siap.” Emi memperlihatkan senyum termanisnya pada anggota Super Junior sampai-sampai lesung pipinya terlihat jelas dan Emi langsung berjalan.
“ Waah dia memang manis, lihat saja dia memiliki lesung pipi di kedua ppyem-nya.” Eunhyuk memuji lesung pipi Emi.
“ Sepertinya dia bukan hanguk saram asli.” Teuky menambahkan.
“ Sepertinya begitu hyung, walaupun matanya sedikit sipit tapi bentuk wajahnya tak seperti hanguk saram.” Ucap Kyunyun sambil mengamati wajah Emi.
“ Ya sudah lah jangan bahas dia lagi, kita akan on air sebentar lagi.”
next
